Daily Archives October 8, 2019

Marc Marquez Menjadi yang Terhebat Sepanjang Sejarah MotoGP

Di usia yang dapat dikatakan muda, Marc Marquez sanggup mengukir namanya sebagai pembalap paling muda yang berhasil merebut gelar juara dunia. Jelang gelaran MotoGP seri 13 akhir pekan ini yang akan dilangsungkan di GP San Marino, Marc Marquez masih bertahan pada peringkat pertama klasemen sementara pembalap MotoGP. Marquez hingga saat ini berhasil mengumpulkan raihan 250 point.

Sudah tampil moncer sejak awal

Peluang untuk meraih trofi juara MotoGP untuk yang keenam kalinya pun terbuka makin lebar baginya. Jika semuanya berhasil dengan baik dan dia sukses merealisasikan hal itu, Marc Marquez bakal semakin menggarisbawahi namanya sepanjang sejarah MotoGP dan tercatat sebagai pebalap yang memiliki gelar paling muda

Semenjak kemunculannya di tahun 2013 pada kelas utama MotoGP, Marquez memang telah mampu mencetak prestasi yang spektakuler. Pada usianya yang masih begitu belia pada waktu itu, yaitu 20 tahun dan 266 hari ternyata Marquez sanggup mencatatkan namanya sebagai peraih gelar juara dunia yang termuda.

Kariernya yang cemerlang di ajang MotoGP terus berlanjut. Kembali di usianya yang ke-25 tahun dan 246 hari, Marc Marquez berhasil mengukir namanya sebagai pembalap termuda yang mampu meraih gelar juara kelas tertinggi hingga lima kali pada enam musim terakhir.

Giacomo Agostini yang mengamati rekam jejam Marc Marquez sepanjang kariernya di gelaran MotoGP memprediksi bahwa pembalap tim Repsol Honda ini merupakan pengunggang kuda besi yang mempunyai bakat fenomenal. Selain itu Marquez juga dikenal mempunyai kemampuan unik yang tak dimiliki pembalap lain dalam mengendalikan tunggangannya.

Doohann meramalkan Marquez akan bertahan lama bersama Honda

Mantan pembalap legendaries Mick Doohann menegaskan bahwa Marc Marquez tak perlu pindah Motosan/pabrikan demi membuktikan bakatnya dalam balap motor. Baginya pencapaian pembalap yang berjuluk Bayi Alien ini bersama RC213V Honda, sudah cukup.

Sebagaimana dilansir oleh Motosan, Doohann menyatakan bahwa Marc Marquez tak perlu lagi membuktikan dirinya.

Hal ini berkaca pada pengalamannya saat masih berkecimpung sebagai pembalap. Pada 10 tahun kariernya bersama tim Honda, pembalap berkewarganegaraan Australia itu memang tak pernah berpindah ke lain hati dari pabrikan Jepang.

Lebih jauh Doohann menegaskan bahwa bila seorang pembalap berniat memenangkan kompetisinya, pabrikan Jepang adalah brand yang paling tepat. Alasannya karena pengalaman pabrikan Honda pada dunia MotoGP sudah tak perlu disangsikan lagi.

Pada saat masih membalap bersama Honda Doohan sukss meraih gelar juara hingga 54 kali kemenangan serta pada kelas 500 cc merebut lima gelar juara dunia. Inilah sebabnya dia memberi saran kepada Marquez untuk bertahan dengan Honda. Belum waktunya bagi si Bayi Alien itu untuk memutuskan pindah ke tim lain.

Lebih lanjut Doohan menjelaskan bahwa Marc sangat sadar akan bakatnya, sehingga menurut Doohan kombinasi antara pabrikan Honda dan performa Marc akan terjalin cukup lama. Dirinya juga menceritakan pengalamannya yang berulangkali mendapat tawaran yang bernilai lebih tinggi dari kontraknya dengan Honda namun selalu ditampiknya.

Doohan menilai bahwa Marc adalah pembalap yang saat ini tercepat dan dia mempunyai ambisi untuk menang. Dia mengetahui seberapa cepat dirinya mampu menunggangi kuda besinya dan hal ini tak perlu lagi dibuktikan kepada siapa-siapa. Inilah sebabnya menurut Doohan, Marc tak perlu keluar dari Honda.

Secara jujur Doohan mengakui bahwa saat ini mungkin Honda belum mempunyai pembalap yang dapat diandalkan untuk menggantikan posisi Marc, namun Honda merupakan perusahaan yang progresif dan hanya menginginkan kemenangan. Inilah sebabnya pabrikan asal Jepang ini selalu memburu pembalap terbaik.

Read More